Peran serta masyarakat dalam mengawal harta negara

Assalamualaikum Wr.Wb

Bissmillahirrahmanirrohim.

Pernahkah kita punya sesuatu yang sangat berharga ?? pasti yang berharga itu selalu kita jaga, kita awasi ,iya kan . Saya pun sama, saya punya harta yang sangat berharga, setiap hari saya awasi, bukan saya saja yang mengawasi, tetapi orang - orang di sekeliling saya juga ikut mengawasi, kenapa ?? karen takut kehilangan, apa sih yang paling berharga itu ? kalau untuk saya harta yang paling berharga ya anak ya bund, makanya dengan segenap jiwa raga saya aka lindungi dan awasi. 


                                                picture from bimbinganislam.com


Harta ? siapa yang tidak menginginkan Harta ? Kekayaan ? Hidup dalam kemewahan?

Saya yakin hampir 99% menjawab ingin Harta, kekayaan, dan kemewahan. Akan tetapi, setiap manusia itu berbeda - beda, ada tipe yang sabar yaitu dengan cara ikhtiar dan doa, dan ada tipe yang tidak sabaran, yaitu dengan menghalalkan segala cara, istilahnya jalur apapun akan ditempuh untuk memenuhi keinginannya. Nah tipe kedua inilah yang harus diwaspadai, kenapa? karena niat untuk melakukan kecurangan lebih besar.

Indonesia adalah Negara dengan ribuan pulau, Negara dengan sumber daya alam yang banyak, Negara dengan sektor pertanian yang luas, Negara dengan kekayaan lautnya, dan masih banyak lagi harta di Indonesia. Dilihat dari segi manapun Indonesia adalah Negara yang seharusnya kaya, Negara yang seharusnya makmur, Rakyat terjamin, aman , sentosa dan sejahtera.

Akan tetapi kenyataan tak seindah yang seharusnya, Kemiskinan, Kelaparan, Masih menjadi momok yang menakutkan, Pusat Statistik (BPS) melansir, persentase penduduk miskin di Indonesia per Maret 2017 mencapai 10,64 persen, turun tipis dibandingkan September 2016, yaitu 10,7 persen. Namun, secara nilai, jumlahnya justru meningkat menjadi 27,77 juta orang ketimbang 27,76 juta. 27,77 Juta jiwa di indonesia dinyatakan penduduk miskin di Negara yang katanya kaya. 

Bagaimana hal itu bisa terjadi ? Banyak faktor yang menyebabkan kemiskinan di Indonesia, salah satu faktor yang menonjol yaitu karena korupsi, yang melakukan adalah manusia tipe kedua yaitu manusia tidak sabar. Uang negara disalah gunakan, yang seharusnya di pakai untuk kesejahteraan rakyat, akan tetapi uang negara digunakan untuk mensejahterakan dirinya sendiri.

Lalu bagaimana caranya agar manusia dengan tipe kedua tidak melakukan kecurangan? salah satu caranya yaitu dengan cara mengawasi, memperhatikan, dan memeriksa.

Adakah lembaga yang bertugas untuk memeriksa keuangan negara ? ADA yaitu BPK ( Badan Pemeriksa Keuangan )

BPK atau Badan Pemeriksa Keuangan adalah sebuah lembaga negara yang bertugas memeriksa pen-gelolaan dan tanggungjawab tentang keuangan negara. Peran dan tugas pokoknya bisa diuraikan dalam dua hal. Pertama, BPK adalah pemeriksa semua asal-usul dan besarnya penerimaan negara, dari manapun sum-bernya. Kedua, BPK harus mengetahui tempat uang negara itu disimpan dan untuk apa uang negara itu digunakan.

Ada yang tahu, sumber keuangan negara itu darimana??

1. Pajak
Tau ga sih, kalau pajak itu pungutan resmi yang dilakukan pemerintah terhadap wajib pajak tertentu, seperti wajib pajak pendapatan, wajib pajak kendaraan, pajak tanah dan bangunan, dan lain-lain.

2. Pencetakan uang

    Pencetakan uang dilakukan pemerintah untuk menutup defisit anggaran, apabila tidak ada langkah lain yang harus dilakukan pemerintah. Tidak boleh dilakukan sembarangan, jadi harus ada perhitungan cermat agar tidak terjadi inflasi.

3. Pinjaman

Pinjaman pemerintah bisa jadi sumber penerimaan negara apabila terjadi defisit anggaran, pinjaman dapat diperoleh dari dalam dan luar negeri, bisa berasal dari pemerintah, Institusi perbankan, Institusi non bank, maupun individu.


4. Sumbangan, Hadiah dan Hibah

Sumbangan, Hadiah, dan Hibah yang didapat dari Indvidu, Institusi, pemerintah dari dalam dan luar negeri, dan pemerintah tidak wajib untuk mengembalikannya.





5. Denda dan Sita

Pemerintah berhak memungut denda dan melakukan sita jika ada yang melanggar peraturan pemerintah, contoh : Denda Pajak, Denda Pelanggaran Lalu lintas, Sita barang Illegal . Dll

6. Cukai 

Cukai adalah pungutan oleh negara berdasarkan undang-undang yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik perlu untuk dibatasi, diawasi produksinya dan peredarannya, karena akan berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan ketertiban sosial. Dengan demikian, peranan cukai tidak saja berorientasi pada penerimaan negara, melainkan mempertimbangkan pula aspek pembatasan produksi dan konsumsi. Oleh karena itu, dasar pertimbangan besarnya penerimaan cukai tergantung dari jumlah barang yang kena cukai, tarif cukai dan harga dasar barang kena cukai.

7. Retribusi

Retribusi merupakan pungutan yang dilakukan oleh daerah berdasarkan peraturan daerah (pemungutannya dapat dipaksakan) di mana pemerintah memberikan imbalan langsung bagi pembayarannya. Contoh, pelayanan medis di rumah sakit milik pemerintah, pelayanan perpakiran oleh pemerintah, pembayaran uang sekolah, dll

8. Penyelenggaraan Undian Berhadiah 



Pemerintah dapat menyelenggarakan undian berhadiah dengan menunjuk suatu institusi tertentu sebagai penyelenggara. Jumlah yang diterima pemerintah adalah selisih dari penerimaan uang undian dikurangi dengan biaya operasi dan besarnya hadiah yang dibagikan. Banyak negara menyelenggarakan undian berhadiah, seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Jepang, Jerman, Indonesia (pernah).

Ada 8 Sumber keuangan negara, dari sumber - sumber tersebut seharusnya akan digunakan untuk rakyat, dalam bentuk fasilitas jalan, pendidikan, kesehatan, dan subsidi pemerintah dalam hal pengadaan pangan serta bahan bakar. 

Peran BPK sangat amatlah diperlukan dalam hal ini bisa dibilang "BPK Kawal harta Negara ", karena jika tidak ada yang memeriksa, tidak ada yang memantau, maka kecurangan , kesalahan data, atau dengan sengaja menyalahkan data amat sangat mungkin terjadi, yang seharusnya keuangan negara itu untuk rakyat, bisa jadi dipakai untuk memperkaya diri sendiri.

Tugas BPK dalam mengawal harta negara, yaitu dengan memeriksa dan mengontrol apakah pelaksaan tugas suatu lembaga sudah sesuai prosedur dan bertanggung jawab atas amanat yang sudah diberikan dan valid terhadap data - data yang ada. 

Ada rangkaian pertanyaan yang harus diperiksa dan dijawab oleh BPK: 
  • Apakah kegiatan tersebut memang dilaksanakan? 
  • Apakah realisasi penggunaan anggaran sesuai dengan kontrak? 
  • Apakah ada penggelembungan biaya? 
  • Apakah biaya produksi dan distribusi berada dalam batas kewajaran? 
  • Apakah ada penyimpangan, apakah kegiatannya benar-benar dijalanan secara efektif atau tidak? 
BPK juga mempelajari laporan - laporan agar tidak terjadinya pemalsuan data, dan pembuatan data fiktif. 

Keuangan Negara dipakai untuk kesejahteraan rakyat, ada baiknya masyarakat pun ikut membantu BPK dalam mengawal harta negara, Kenapa? Karena, dengan adanya kerjasama antara BPK dan masyarakat dapat tercipta harmonisasi, Keterbukaan atau transparansi, dan meminimalkan kesalahan data atau dengan sengaja menyalahkan data.

Apa saja yang bisa dibantu oleh masyarakat ??

1. Mengontrol setiap pembangunan yang terjadi di masyarkat.
2. Mengkritisi jika ada hal-hal yang mencurigakan dan segera melaporkan ke BPK

Bukankah peran serta masyarakat sangat membantu dalam mengawal harta negara, karena dengan bekerja sama dengan masyarakat peran BPK menjadi lebih ringan dalam hal mengawal harta negara. Bayangkan semua masyarakat Indonesia ikut berperan, pasti meminimalisir hilangnya uang negara. 

Dalam hal peran serta masyarakat dalam mengawal harta negara, sangatlah diperlukan suatu akses yang bisa digunakan masyarakat dalam hal pengkontrolan serta memberikan pendapat dan pengaduan kepada BPK. 

Ok, Kita sebagai masyarakat Indonesia sudah seharusnya kita berperan bersama BPK Kawal harta negara, dengan cara melakukan controlling, dan mensuport BPK dalam melakukan pemeriksaan dan pengontrolan terhadap keuangan negara. Karena Pada dasarnya semua itu, Dari Kita, Oleh Kita, dan Untuk kita, Warga Negara Indonesia. Go BPK !









referensi :
picture = pixabay.com
www.kajianpustaka.com
siaran pers



buku saku lebih mengenal BPK

Share this:

CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment